| Mbay / Lambo | Nagekeo, Flores | ±499,5 ha | 52,89 jt m³ | Belum operasi Progres ±93% Juni 2026 | DI Mbay ±6.240 ha: Kanan 3.835 ha, Kiri 454 ha + potensi 1.951 ha | Irigasi, air baku 205 l/det, reduksi banjir Sungai Aesesa | Belum ada dampak operasional; dampak saat ini terutama konstruksi & ekspektasi peningkatan intensitas tanam setelah beroperasi. |
| Temef | Oenino–Polen, Timor Tengah Selatan | ±299 ha | ±45 jt m³ | Beroperasi Diresmikan 2 Okt 2024 | ±4.500 ha; TTS dan sistem hilir menuju Malaka | Irigasi, air baku 131 l/det, reduksi banjir ±3.750 ha, potensi PLTM | Saluran eksisting sudah fungsional; target IP 150%→250%. Manfaat pertanian penuh masih dalam tahap optimalisasi jaringan. |
| Manikin / Tefmo | Taebenu, Kab. Kupang | ±148,7 ha normal | 28,20 jt m³ maks. 20,45 jt m³ normal | Masih konstruksi Belum beroperasi | Rencana ±310–560 ha lahan hilir; Kota & Kab. Kupang untuk air baku | Irigasi, air baku hingga 700 l/det, reduksi banjir, PLTMH, wisata | Belum ada dampak produksi pertanian dari operasi bendungan. Nilai strategis tinggi untuk wilayah Kupang yang sering mengalami defisit air. |
| Tilong | Oelnasi, Kupang Tengah, Kab. Kupang | ±155 ha normal ±194 ha pada elevasi lebih tinggi | 19,07 jt m³ awal | Operasi sejak 2001 Diresmikan ±2002 | ±1.484 ha irigasi; Kota Kupang & sekitarnya | Irigasi, air baku 150 l/det + sekitar bendungan, pengendalian banjir | Sudah lama menopang sawah Noelbaki–Tarus dan musim tanam. Pada Juli 2026 masih dijaga sebagai cadangan air saat kemarau. |
| Raknamo | Desa Raknamo, Amabi Oefeto, Kab. Kupang | ±147,3 ha | 14,09 jt m³ | Dimanfaatkan sejak 2018 Pengisian awal 9 Jan 2018; selesai 2019 | Rencana awal ±841–1.250 ha; DI Raknamo terus diperkuat | Irigasi, air baku ±100 l/det, reduksi banjir, PLTMH | Manfaat paling konkret: akses air pertanian lebih stabil; laporan lapangan menunjukkan petani yang sebelumnya satu kali panen dapat mencapai dua kali pada area tertentu. Distribusi irigasi terus diperkuat. |
| Napun Gete | Waiblama, Kab. Sikka | ±99,78 ha | 11,22 jt m³ | Diresmikan 23 Feb 2021 | Suplesi DI Nebe / irigasi ±300 ha; Sikka | Air baku ±214 l/det, irigasi, reduksi banjir | Suplai irigasi berfungsi sebagai pendukung saat debit sungai turun, tetapi manfaat belum optimal karena jaringan distribusi air baku/pendukung masih dikembangkan. Ada trade-off konversi lahan produktif di area genangan. |
| Rotiklot | Fatuketi, Kakuluk Mesak, Kab. Belu | ±29,91 ha | 3,30 jt m³ | Diresmikan 20 Mei 2019 | ±139 ha sawah + hingga ±500 ha palawija (rencana); Fatuketi–Atambua | Irigasi, air baku ±40 l/det, peternakan, dukungan food estate | Dampak belum konsisten. Sejumlah petani melaporkan aliran irigasi belum optimal; menunjukkan keterbatasan jaringan/operasi distribusi dapat menahan manfaat bendungan. |